Mencoba Kereta Bandara Soekarna-Hatta

Bagi anda yang belum pernah mencoba kereta bandara Soekarna-Hatta, berikut ini sekedar sharing pengalaman saya waktu merasakan kereta bandara Soekarno-Hatta.

 Sebenarnya sudah lama saya ingin mencoba kereta bandara Soekarno-Hatta yang baru saja beroperasi sejak akhir Desember 2017. Kebetulan kantor saya juga di area bandara soetta sehingga sering melihat kereta tersebut melintas di di depan kantor saya.
 Akhirnya kesempatan itupun muncul pada hari minggu kemarin tanggal 18 Februari setelah saya mengantar anak saya ke terminal 3 bandara Soetta untuk mengikuti program student exchange dari sekolahnya di Surabaya. Kebetulan pada saat itu saya berangkat ke bandara dengan menggunakan taksi online maka setelah proses check-in selesai tiba-tiba saya teringat bahwa sudah lama punya keinginan untuk mencoba kereta bandara Soekarno Hatta. Kemudian karena panduan yang ada di terminal 3 tidak jelas, sayapun bertanya kepada petugas bandara dimana lokasi stasiun kereta bandara tersebut. Petugaspun menginformasikan bahwa untuk mencapai stasiun kereta bandara, saya harus naik skytrain (kalayang) terlebih dahulu dari terminal 3 menuju terminal kereta bandara. Untuk naik skytrain saya harus berjalan keluar dari areal check-in internasional terminal 3 kemudian naik lift/ eskalator yang ada diluar terminal ke lantai 1 dimana stasiun skytrain berada. Sayapun berpikir akan cukup repot bagi penumpang yang membawa bagasi berat atau cukup banyak untuk lintas terminal menggunakan skytrain ini apalagi buat penumpang manula.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setiba di stasiun Skytrain sayapun  harus bertanya lagi kepada petugas skytrain bagaimana caranya untuk mencapai lokasi stasiun kereta bandara dan petugaspun menjawab lokasi stasiun kereta bandara berada di perhentian skytrain berikutnya setelah terminal 2. Saya merasakan perjalanan dari terminal 3 ke stasiun skytrain cukup jauh dan melelahkan terutama akan sangat merepotkan bagi para penumpang yang membawa bagasi banyak dan khususnya sangat berat bagi penumpang yang sudah berusia lanjut (manula) hal ini disebabkan karena peruntukan skytrain memang bukan buat transfer/ connecting passenger namun lebih tepat bagi para pengunjung dan karyawan bandara yang akan mengunjungi dan melintas terminal 1-2-3.

Stasiun Kereta Bandara

 

 

 

 

 

 

 

Akhirnya sayapun tiba di stasiun kereta bandara soekarno-hatta dan sayapun bertanya lagi kepada petugas kapan jadwal kereta bandara dan bagaimana caranya untuk bisa naik kereta bandara. Petugaspun memberitau jadwal kereta dan saya harus membeli tiket kereta melalui vending machine yang tersedia disitu dan cara pembayarannya harus menggunakan debit atau kartu kredit. 

Suasana di stasiun kereta bandara masih sangat sepi dan penumpang yang menunggupun masih bisa dihitung dengan jari, begitupun dengan restoran ataupun para penjual makanan masih sangat minim.

 

 

 

 

 

 

 

Petunjuk dan cara pembelian tiket kereta melalui vending machine tersedia pada standing banner yang terletak disamping vending machine namun jika ingin lebih cepat bisa minta tolong petugas untuk memandu karena akan lebih mudah jika langsung praktek daripada harus membaca petunjuk terlebih dahulu. Pembayaran hanya dapat dilakukan melalui debit card dan credit card yang dapat di swipe di vending machine.

Vending Machine
Petunjuk Pembelian Tiket Via Vending Macinine

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perjalanan dengan kereta bandara sangat nyaman, dingin, bersih dan kedap suara mungkin karena keretanya masih baru jika dibandingkan dengan KRL. Tersedia toilet namun letaknya di dekat gerbong masinis. Kecepatan maksimum kereta pada saat berjalan normal adalah 65 km/jam. Sehingga waktu tempuh dari bandara ke stasiun Sudirman City dapat ditempuh dalam waktu  +1 jam. Suasana kereta terlihat sangat lengang, dalam 1 gerbong hanya ada 2-5 orang saja padahal hari minggu. Mungkin karena aksesibilitas yang kurang nyaman dan harga tiket yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan moda transportasi DAMRI, X-trans maupun taksi online

Suasana Dalam Kereta Bandara.
Stasiun Sudirman City

Menurut saya dengan kondisi seperti saat ini dimana akses untuk penumpang dari dan stasiun skytrain – kereta bandara – stasiun KRL yang kurang nyaman dan banyaknya pilihan moda transportasi lain dari dan ke bandara Soetta maka sebaiknya pihak pengelola kereta bandara meninjau kembali penetapan tarif sebesar Rp 70 ribu per orang khususnya pada rute bandara soetta menuju ke sudirman city. Tarif kereta bandara – sudirman city bisa saja  ditetapkan berbeda, misalnya Rp 50 ribu saja untuk menciptakan demand yang lebih tinggi dan dapat berkompetisi dengan moda transportasi lainnya. Keunggulan menggunakan kereta bandara adalah pada waktu tempuh yang cukup singkat dan on time dimana sangat dibutuhkan bagi para penumpang yang akan terbang melalui bandara soetta sehingga tarif kereta menuju bandara dapat ditetapkan sebesar Rp 70 ribu.

 

Did you like this? Share it:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
Get an awesome sticky message bar!Download
error: Content is protected !!